Dalam mengimplementasikan ilmunya, para Geograf tidak lepas dari tiga

pendekatan, yaitu:

  1. Spatial analysis (analisis spasial); Mempelajari variasi lokasi dari suatu properti  yg tepat/spesifik atau sekumpulan properti.
  2. Ecological analysis; Membahas hubungan antara manusia dan lingkungan dan menginterpretasikan keterkaitannya dari keduanya.
  3. Regional complex analysis; Mengkombinasikan analisis spasial dan analisis ekologi.

PERLUNYA REFERENSI SPASIAL TUNGGAL SEBAGAI ACUAN SELURUH INSTANSI

Amanat UU No. 4 Tahun 2011
1. MENJAMIN KETERSEDIAAN DAN AKSES IG YANG DAPAT DIPERTANGGUNG-JAWABKAN.
2. MEWUJUDKAN KEBERGUNAAN DAN KEBERHASILGUNAAN IG MELALUI KERJASAMA, KOORDINASI, INTEGRASI, DAN SINKRONISASI
3. MENDORONG PENGGUNAAN IG DLM PEMERINTAHAN DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT.

INFRASTRUKTUR DATA GEOSPASIAL (IDS): INTEGRASI SEJUMLAH KOMPONEN YANG MEMUNGKINKAN PENGGUNA YANG BERHAK UNTUK MENCARI MENGAKSES, DAN MENGGUNAKAN INFORMASI GEOSPASIAL YANG LENGKAP, STANDAR DAN TELITI
SECARA MUDAH DAN EKONOMIS.

  • ILMU GEOGRAFI SEBAGAI RUMPUN ILMU KEBUMIAN MEMILIKI PERAN PENTING DALAM PENGELOLAAN DAN PEMANFAATN DATA GEOSPASIAL

  • TIGA PENDEKAN ANALISIS GEOGRAFI SANGAT BERMAKNA DALAM UTILISASI DATA GEOSPASIAL UNTUK BERBEGAI KEPENTINGAN.
  • LAHIRNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG INFORMASI GEOSPASIAL MENGAMANATKAN KITA UNTUK MENJAMIN TERBANGUNNYA INFORMASI GEOSPASIAL YANG DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN.
  • TERSEDIANYA IG DASAR YANG BERKUALITAS MERUPAKAN TUGAS UTAMA BIG YANG HARUS SEGERA DIPENUHI.
  • PEMBANGUNAN IG TEMATIK YANG BERKUALITAS MENGACU KEPADA NORMA, STANDAR DAN METODE YANG DITETAPKAN OLEH BIG.

Apa yang dapat dikerjakan oleh Departemen Geografi,  berpartisipasi  dalam pembangunan informasi geospatial?

Advertisements